Penyakit Asma Bronkial

Penyakit Asma Bronkial
KategoriPenyakit
Di lihat497 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang
022-8888-2400
0811-222-1663
0813-2800-2004
MORINDA1
csmorindaindependen@gmail.com

Q: Saya bernama Maryanto. Umur 45 tahun  an sudah menderita penyakit asma bronkial sejak 4 tahun lalu.  Bagaimana penanganan Tahitian Noni  untuk mengatasi hal ini ?

A: Penyakit Asma bronkiale. Atau sering disebut dengan asma, mengi, ampek, sasakangok, dan berbagai istilah lainnya. Asma merupakan suatu penyakit gangguan pernafasan yang bersifat reversibel. Ditandai dengan terjadinya priode bronkospasme, peningkatan respon  trakea   dan bronkus berbagai rangsangan yang menyebabkan penyempitan pernafasan. Keluhan utama penderita Asma ialah sesak napas mendadak. Disertai dengan fase inspirasi yang lebih pendek jika dibandingkan dengan fase ekspirasi, dan diikuti bunyi mengi (wheezing), batuk yang di sertai dengan nafas pendek.

Penyakit Asma Bronkial

Asma Bronkial adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang menyerupai kontriksi bronkiolus akibat inflamasi kronik yang bersifat reversible yang disebabkan oleh hipersensitivitas bronkiolus. Salah satu Gejala yang timbul akibat Penyakit ini ialah mengik, atau terdengar bunyi saat kita mengambil nafas. Penybab utamanya adalah Genetik, Arlegi, Stress dan Infeksi.

PENYEBAB PENYAKIT ASMA ?

Faktor Penebab Penyakit Asma :

  1. Faktor genetik.
  2. Alergi  Debu.
  3. Allergen makanan.
  4. Oksidan.
  5. Infeksi.
  6. Obat-obatan.
  7. Stress psikologis.
PATOFISIOLOGI

ALERGEN :

v  Ag I → Saluran napas (bronkiolus) sensitasi sel B → sel plasma sekresi lge (difiksasi oleh Mast sel).

v  Ag II → Salura napas (bronkiolus) → reaksi Ag-Ab(lgE) → sel Mast sekresi.

 

Mediator Prime :

HISTAMIN, ECF (eosinofil kemotaksis faktor), NCF (Netrofil Kemotaksis Faktor).

  • HISTAMIN → Kontriksi bronkiolus, hipersekresidan edemadinding dalam bronkiolus.
  • ECF & NCF → Sel inflamasi berdatangan → INFLAMASI.

SRS-A (Slow Reacting Subtance – Anapylaxis) leukotrien, Prostaglandin, Tromboksan dan Faktor agregasi trombosit.

→ Meneruskan efek Histamin → sesak berkepanjangan → agregasi trombosit → EOSINOFIL → induksi inflamasi, hipersekresi mukus dan menghambat gerakan silia bronkus → INFEKSI.

 

Stress & Emosi

Otak (Pusat Emosi)

N. Vagus (Nervus X bersifat non adrenergik)

Parasimpatis

Neropeptida

Otot polos paru (bronkiolus)

Kontriksi dan hipersekresi bronkus

S E S A K

 

APA GEJALA ASMA ?

Gejala asma ditentukan oleh Hipersekresi dan Edema. Obat-obatan yang biasanya efektif meredakan serangan, kini sudah tidak ampuh lagi.

 

Penyebab Status Asmatikus :

  • Pemakaian obat-obatan golongan beta 2 adrenergik (spray & inhalasi) dengan dosis tinggi dan waktu lama. Karena obat-obat ini membuat penderita rentan terhadap faktor pencetusnya.
  • Penderita kena ISPA/ISPB.
  • Faktor pencetus di lingkungan, pola hidup berisiko (stress).

Terapi Tahitian Noni

Fungsi sel diatur oleh :

  1. Gen = Tercapai keadaan homeostatis
  2. Enzim = Tercapai keadaan homeostatis

Tahitian Noni Bioactive Beverage → Mentritmen dengan meregulasi kedua poin di atas dan antioksida.

 

MEKANISME  KERJA TAHITIAN NONI

  1. 1.       Regulasi Gen

Pada proses inflamasi dan proses alergi → transkipsi gen NFkB (Nukleus Faktor Kafa B).

NFkB : Transkripsi gen mediator → proinflamasi & protrombus → ekspresi :

 

–              Eukosanoid

–              Sitokin

–              Siklus sel

–              Molekul efektor

 

  1. Regulasi NFkB → oleh iridoid → inhibisi Eukasanoid
  2. Inhibisi Sitokin, Sitokin stimulasi → IL- & TNFa (secara berlebihan) → pemicu inflamasi IL-6 → mediator yang menginduksi Cox-2 secara berlebihan. TNFa → meningkatkan kerusakan jaringan.

Tahitian Noni → Menghambat pelepasan sitokin oleh sel inflamasi. → menghambat TACE (Tumor Necrosis Factor Converting Ezyme)

→ Tidak terbentuk TNFa.

 

  1. Regulasi Enzim

a)      Inhibisi enzim mikrosomal → Cox-2, 5-Lox dan 15-Lox.

Tahitian Noni Bioactive Beverage : Neoligna, Ligna, Flavonal, Pinoresinol, Skopoletin, Koumarin dan Aromatik Vanili.

b)      Inhibis Enzim Posfordiesterase = PDE.

Inhibisis PDE → Akan meningkatkan c.AMP → mengontrol pelepasan lgE dan sekresi histamin menjadi normal.

c)       Aktivasi reseptor B adrenergik → mengaktivasi enzim adenilil siklase → aktivitas c.AMP → relaksasi otot polos saluran napas.

d)      Regulasi INOS (No Sintase Teriduksi) → aktivasi enzim NO sintase → produksi NO → vasodilatasi bronkus → sesak reda.

 

BAGAIMANA BILA TERJADI INFEKSI ?

Mekanisme kerja Tahitian Noni bertindak sebagai :

  1. Imunomodulasi
  2. Imun seluler :
  • Sel T → aktivasi makrofag
  • Limfosit sitotoksis
  • Sitokin IL-12 : Aktivasi sel NK (Natural Killer) memacu produksi sel T helper.
  1. Imun humoral → Sel B produksi antibodi.
  2. Antimikroba : Etanol, Metanol, Etil Asetat.

Tahitian Noni  sebagai antioksidan mengandung vitamin C dan mineral Mn, ZN, Fe dan Cu untuk menginduksi antioksida dan sel.